PERBANDINGAN DATA DUKUNGAN TANAH HASIL ANALISIS SONDIR DENGAN METODE EMPIRIS MEYERHOF DAN SCHMERTMANN

Penulis

  • Pasrah Iman Anugerah Putra Ziliwu Universitas Nias
  • Jefri Rahmat Daeli Universitas Nias
  • Kevin Berkat Mendrofa Universitas Nias
  • Ingat Selamat Ziliwu Universitas Nias
  • Andrew christofer Harefa Universitas Nias
  • Putra Jaya Laoli Universitas Nias
  • Dermawan Zebua Universitas Nias

Kata Kunci:

CPT, Tanah, Meyerhof, Schmertmann, Pondasi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil perhitungan daya dukung tanah berdasarkan data uji sondir (Cone Penetration Test) menggunakan dua metode empiris, yaitu Meyerhof dan Schmertmann. Data diperoleh dari pengujian di Lokasi X hingga kedalaman 5,6 meter dengan interval 0,2 meter. Nilai perlawanan konus (qc) digunakan untuk menghitung
daya dukung ultimit (q?????) dan daya dukung izin (q???). Hasil analisis menunjukkan bahwa daya dukung meningkat seiring kedalaman dan metode Meyerhof menghasilkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan Schmertmann dengan selisih sekitar 25–35%. Perbedaan ini disebabkan oleh pendekatan analisis Meyerhof yang lebih sensitif terhadap nilai qc tinggi, sementara
Schmertmann mempertimbangkan deformasi tanah. Berdasarkan interpretasi grafik, lapisan tanah keras ditemukan pada kedalaman sekitar 3–3,5 meter yang direkomendasikan sebagai kedalaman pondasi optimal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam menentukan daya dukung tanah secara empiris menggunakan data uji sondir. kolom.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-24