Analisis Karakteristik Marshall pada Campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) dengan Aspal Pen 60/70 Campur Serbuk Ban Karet
DOI:
https://doi.org/10.61293/anggapa.v5i1.943Kata Kunci:
AC-WC, Marshall, Serbuk ban karetAbstrak
Lapisan Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC) berfungsi langsung menerima beban lalu lintas, sehingga memerlukan stabilitas dan durabilitas tinggi. Salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja campuran sekaligus mendukung konsep konstruksi berkelanjutan adalah dengan memanfaatkan limbah serbuk ban karet sebagai bahan modifikasi aspal. Penelitian ini bertujuan menentukan kadar aspal optimum (KAO) dan Kadar Karet Optimum (KKO) serta menganalisis pengaruh variasi kadar serbuk ban karet terhadap karakteristik Marshall. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium menggunakan metode Marshall sesuai Spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Variasi kadar aspal untuk penentuan KAO adalah 5%; 5,5%; 6%; 6,5%; dan 7%. Setelah diperoleh KAO, dilakukan variasi penambahan serbuk ban karet dengan metode pencampuran basah sebesar 0%; 2%; 4%; 6%; dan 8% terhadap berat aspal. Parameter yang dianalisis meliputi stabilitas, flow, Marshall Quotient (MQ), VITM, VFWA, dan VMA. Penambahan serbuk ban meningkatkan stabilitas dan MQ, dengan nilai optimum pada kadar 4% yaitu stabilitas 1394 kg dan MQ 449,68 kg/mm, meningkat sekitar 24,6% dibanding campuran tanpa karet. Namun, pada kadar 8% terjadi penurunan VITM menjadi 2,78% yang berada di bawah batas spesifikasi. Kadar serbuk ban karet optimum sebesar 4% memberikan peningkatan signifikan terhadap karakteristik Marshall dan memenuhi spesifikasi teknis, sehingga berpotensi diterapkan sebagai alternatif campuran AC-WC yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Anggapa

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







