Analisis Biaya Kemacetan Kendaraan Pribadi pada Ruas Jalan Raden Saleh Kota Tangerang: Melalui Pendekatan Nilai Waktu dan Biaya Operasional Kendaraan
DOI:
https://doi.org/10.61293/anggapa.v5i1.950Kata Kunci:
biaya operasional kendaraan, biaya kemacetan, derajat kejenuhan, nilai wkatu perjalanan, kemacetan lalu lintasAbstrak
Penelitian ini mengkaji tentang besarnya biaya kemacetan pada ruas Jalan Raden Saleh di Kota Tangerang, yang sering mengalami kepadatan lalu lintas terutama pada periode sibuk pagi dan sore. Kondisi tersebut menimbulkan berbagai konsekuensi bagi pengguna jalan, seperti meningkatnya waktu perjalanan, kerugian ekonomi, serta kenaikan Biaya Operasional Kendaraan (BOK). Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi tingkat kejenuhan sebagai indikator kinerja lalu lintas, mengestimasi BOK aktual, serta menghitung total kerugian akibat kemacetan. Analisis dilakukan dengan mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dan metode LAPI-ITB 1997. Hasil kajian menunjukkan bahwa pada arah Ciledug–Kembangan, periode puncak terjadi pada pukul 07.00–08.00 WIB dengan kecepatan rata-rata 15 km/jam, volume lalu lintas sebesar 1716 smp/jam, derajat kejenuhan 0,96, dan tingkat pelayanan berada pada kategori E. Sementara itu, untuk arah Kembangan–Ciledug, jam puncak terjadi pada pukul 18.15–19.15 WIB dengan kecepatan 18,8 km/jam, volume 1618 smp/jam, derajat kejenuhan 0,91, serta tingkat pelayanan juga berada pada kategori E. Berdasarkan perhitungan yang mempertimbangkan komponen BOK dan nilai waktu, total biaya kemacetan pada saat jam puncak diperkirakan mencapai Rp 23.268.711 untuk arah Ciledug menuju Kembangan dan Rp 16.212.935 untuk arah sebaliknya.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Anggapa

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







