Penerapan Teori Bigness dan Programmatic Architecture pada Bangunan Seattle Central Library

Authors

  • Moh Rizal Universitas Widya Kartika
  • Josephine Roosandriantini Universitas Katolik Darma Cendika

DOI:

https://doi.org/10.61293/anggapa.v5i1.925

Keywords:

Bigness, Programmatic Architecture, Rem Koolhaas, Seattle Central Library, Arsitektur Kontemporer

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan kompleksitas fungsi dalam arsitektur kontemporer
menuntut pendekatan desain yang revolusioner. Jurnal ini membahas penerapan dua konsep
arsitektural yang saling terkait, yaitu Teori Bigness yang diperkenalkan oleh Rem
Koolhaas/OMA dan Arsitektur Programmatik (Programmatic Architecture), pada studi kasus
Perpustakaan Pusat Seattle (Seattle Central Library). Melalui metode penelitian kualitatif
dengan pendekatan deskriptif-analitis, penelitian ini mengkaji bagaimana bangunan tersebut
mewujudkan prinsip-prinsip inti Teori Bigness, seperti otonomi elemen, disintegrasi skala,
dan ketidakterikatan antar bagian untuk menampung program yang sangat kompleks dan
dinamis. Selanjutnya, jurnal ini menganalisis bagaimana kurasi dan organisasi program-
program yang beragam (seperti ruang baca, koleksi, area publik, parkir, dan fasilitas
administratif) tidak hanya memengaruhi bentuk dan sirkulasi, tetapi juga menciptakan
pengalaman spasial yang baru dan tak terduga bagi pengunjung. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Seattle Central Library merupakan manifestasi fisik dari sintesis antara
teori dan pemrograman fungsional, di mana "bigness" memungkinkan terciptanya suatu
"mesin sosial" yang efisien, fleksibel, dan ikonik. Kesimpulannya, penerapan kedua konsep
ini berhasil mengangkat perpustakaan dari sekadar wadah buku menjadi sebuah landmark
urban yang responsif terhadap tuntutan abad ke-21, sekaligus memberikan kontribusi
signifikan terhadap wacana arsitektur terkini mengenai bangunan berskala besar dan
berfungsi kompleks.

Published

2026-05-13