Perencanaan dan Perancangan Buddhist Center di Surabaya dengan Pendekatan Arsitektur Simbolis
Keywords:
arsitektur simbolis, lambang, stupa, buddha, buddhist centerAbstract
Di Kota Surabaya, Buddhist Center yang ada masih terbatas berupa vihara hingga cetiya yang
berskala kecil. Hal ini menyebabkan kurangnya fasilitas yang memadai dan lengkap sehingga
aktivitas yang dapat dilakukan oleh umat beragama Buddha di Kota Surabaya untuk
memperoleh informasi serta melakukan kegiatan peribadatan menjadi terbatas. Oleh karena
itu, dengan adanya perencanaan dan perancangan Buddhist Center di Kota Surabaya dengan
pendekaan Arsitektur Simbolis akan memberikan kemudahan bagi umat Buddha khususnya
di Kota Surabaya untuk mewadahi segala aktivitas keagamaan dalam wilayah yang strategis.
Metode desain yang digunakan menggunakan metode Donna P. Duerk dengan proses yang
meliputi fact, issue, goal, performance requirements dan concept. Tema arsitektur simbolis
diwujudkan melalui bentuk bangunan yang berbentuk stupa sebagai lambang agama Buddha
yang mudah ditangkap oleh masyarakat. Stupa sebagai lambang yang bermakna pencerahan
juga memberikan kesan dan ciri khas yang mudah ditangkap secara visual dalam
mendeskripsikan fungsi dari bangunan. Perencanaan dan Perancangan Buddhist Center
diharapkan dapat menjadi referensi ilmu, wawasan serta pengetahuan dalam pengembangan
ilmu Arsitektur, khususnya perancangan gedung ibadah.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Anggapa Journal- Building design and architecture management studies

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







