Analisis Tarif Biaya Operasional Kendaraan (BOK) Bus Kelas Ekonomi Jurusan Surabaya - Malang Dengan Metode Pacific Consultant International (PCI) Studi Kasus : Terminal Purabaya Bungurasih - Terminal Arjosari

  • Chien Alexandro Tantry Universitas Widya Kartika
  • Muhammad Shofwan Donny Cahyono Universitas Widya Kartika
Keywords: Biaya Operasional Kendaraan, ATP, WTP

Abstract

Analisis Tarif Biaya Operasional Kendaraan (BOK) Bus Kelas Ekonomi Jurusan Surabaya – Malang Dengan Metode Pacific Consultant International (PCI), Chien A.Y Tantry, Jemursari. Angkutan penumpang umum dengan jenis kendaraan bus merupakan salah satu pilihan utama di wilayah antar kota di Indonesia. Fungsi utama dari angkutan umum adalah sebagai angkutan yang mengangkut pergerakan masyarakat untuk menjalankan aktifitas sehari-harinya. Kota Surabaya sebagai ibukota provinsi Jawa Timur terus mengalami pertumbuhan dan pergerakan yang sangat pesat. Dengan kondisi seperti ini, tingkat perjalanan yang terjadi di Surabaya cukup tinggi. Dalam proses distribusi barang dan penumpang, kota Surabaya terhubung dengan kota-kota lain di Indonesia, salah satunya adalah kota Malang, Jawa Timur. Banyak orang yang melakukan perjalanan dari Surabaya ke Malang sehingga perlu adanya penelitian mengenai tarif bus ekonomi dengan jurusan Surabaya-Malang. Namun, pada saat ini negara kita telah mengalami dampak dari penyakit menular yaitu covid 19 terutama di Jawa Timur, hal ini sangat mempengaruhi ekonomi masyarakat terutama penyediaan transportasi umum seperti bus penumpang yang mengalami penurunan omset pendapatan. Pada saat ini bus surabaya malang masih tetap beroperasi namun masyarakat yang akan naik transportasi bus penumpang tidak perlu khawatir dikarenakan dari PO bus yang disurvey telah memenuhi standart SOP dari pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ATP dan WTP, besar biaya operasional menggunakan metode PCI, dan besaran tarif batas atas dan batas bawah bus. Pengumpulan data dilakukan di Terminal Purabaya dan Terminal Arjosari. Didapatkan 355 hasil survey penumpang di kedua terminal dan diperoleh data penunjang untuk menghitung besarnya biaya operasional kendaraan. Data tersebut akan di susun di excel dan dilakukan analisa. Hasil perhitungan BOK diperoleh nilai batas bawah sebesar Rp 9.055 dan batas atas sebesar Rp 13.123. Perhitungan BOK dengan metode Pacific Consultant International diketahui nilai BOK yang ideal pada kecepatan 43 km/jam yaitu sebesar Rp 7.653.436. Nilai ATP atau kemampuan penumpang untuk membayar yaitu sebesar Rp 15.038. Nilai WTP atau kemauan penumpang untuk membayar yaitu sebesar Rp 12.121. Nilai ATP lebih besar daripada nilai WTP sehingga kondisi ini disebut Choiced Riders.

Published
2022-04-28